IDENTITAS NU DAN MUHAMMADIYAH
|
NU
|
MUHAMMADIYAH
|
|
MOTTO :
-
Melestarikan atau
menjaga tradisi lama serta dipertahankan kalau ada teori baru diambil
-
Toleransi,
sederhana, dan adil
DALAM HAL IBADAH
-
Selalu diawali
dengan niat
-
Wudlu : Ketika
bersentuhan dengan lawan jenis maka wudlunya batal
-
Membawa AlQuran :
afdolnya harus berwudlu dulu.
-
Ketika berhadast
besar tidak boleh membawa Al Qur’an ataupun Hadits.
DALAM HAL ADZAN
-
Sebelum adzan
dimulai dengan atau didahului dengan sholawat
-
Menggunakan adzan
bukan hanya untuk mulai sholat saja akan tetapi ketika kelahiran dan
kematian.
-
Setelah adzan di
masjid nusantara sambil menunggu imam datang dengan membaca atau melantunkan
sholawat.
KETIKA SHOLAT
-
Doa iftitah
-
Ketika membaca
basamalah dalam permulaan awal surat Al Fatihah dengan suara yang jelas.
-
Bacaan ketika
rukuk dan sujud
-
Ketika takhiyat
akhir membaca sholawat ibrahimiyah
-
Memakai doa qunut
ketika sholat subuh.
-
Setelah sholat
fardlu wiridan dengan suara yang keras dan jelas ini bertujuan agar yang
belum hafal bisa doa wiridan.
DALAM HAL SHOLAT JUMAT
-
Adzan dalam orang
NU dilaksanakan dua kali.
DALAM HAL SHOLAT TARAWIH
-
Sholat tarawih
sebanyak 20 rakaat dan witir sebanyak 3 rakaat.
DALAM HAL SHOLAT IED
-
Dilaksanakan di
dalam Masjid
PENENTUAN AWAL
DAN AKHIR RAMADHAN
-
Melihat bilal
atau rukyah.
DALAM ACARA KEMATIAN
-
Ketika ada orang
meninggal dunia banyak sekali tradisi yang dilakukan oleh orang NU.
-
Setelah mayat
ditimbun tanah melakukan penaburan tanah 3 kali ke atas kuburan.
-
Setelah kematian
biasanya diadakan acara tahlilan dan pengajian.
PENENTUAN HALALDAN HARAM
-
NU sangat ketat.
DALAM HAL SHOLAWAT
-
Banyak dan sering
bersholawat dibandingkan dengan orang Muhammadiyah
|
MOTTO :
-
Berlomba-lomba
dalam kebaikan
-
Katakanlah benar
walaupun itu terasa pahit
DALAM HAL IBADAH
-
Tidak ada niat
dengan keras tapi siir, atau hanya gerakan hati saja.
-
Wudlu : Ketika
bersentuhan dengan lawan jenis maka wudlunya tidak batal
-
Tidak wajib wudlu
ketika membawa Al Qur’an
-
Ketika berhadats
besar boleh untuk membawa Al Qur’an.
DALAM HAL ADZAN
-
Sebelum adzan
tidak dimulai atau diawali dengan adzan.
-
Tidak menggunakan
adzan ketika kelahiran atau kematian karena tidak ada dalilnya.
-
Menurut orang
muhammadiyah waktu antara selesai adzan sampai imam takbir adalah waktu
ijabah.
KETIKA SHOLAT
-
Doa iftitah tidak
sama dengan NU
-
Ketika membaca
basamalah dalam permulaan awal surat Al Fatihah dengan suara yang siir atau
dalam hati.
-
Bacaan rukuk dan
sujud berbeda dengan NU lebih pendek daripada NU
-
Ketika takhiyat
terakhir tidak memakai sholawat ibrahimiyah.
-
Tidak memakai doa
qunut ketika sholat subuh.
-
Ketika wirid
dengan suara siir atau lirih
DALAM HAL SHOLAT JUMAT
-
Adzan dalam orang
Muhammadiyah dilaksanakan hanya satu kali saja.
DALAM HAL SHOLAT TARAWIH
-
Sholat tarawih
sebanyak 8 rakaat dan witir 3 rakaat.
DALAM HAL SHOLAT IED
-
Dilaksanakan di
lapangan, karena menurut orang Muhammadiyah memiliki tujuan karena ada nilai
syiar dan nilai dakwah.
PENENTUAN AWAL
DAN AKHIR RAMADHAN
-
Dengan cara hisab.
DALAM ACARA KEMATIAN
-
Ketika ada orang
meninggal dunia tidak banyak tradisi yang dilakukan oleh orang Muhammadiyah
-
Setelah mayat
ditimbun tanah tidak
melakukan penaburan tanah 3 kali ke atas kuburan
-
Setelah kematian
tidak diadakan acara pengajian dan tahlilan.
PENENTUAN HALAL DAN HARAM
-
Muhammadiyah agak
longgar.
DALAM HAL SHOLAWAT
-
Minim atau jarang
bersholawat
|

0 komentar:
Posting Komentar